Batako vs Bata Merah

April 14, 2009 in Housing Dept by Mocona

Walau pertama kali melihat bangunan Mekar Hegar (& Mekar Rahardja) di Mekar Wangi terlihat bagus, tapi begitu melihat bangunan di Singgasana Pradana kok rasanya lebih bagus di sana. Entah kenapa. Tadi si Papi pergi melihat ke sana dan dia berkata, di Mekar Wangi bangunannya menggunakan Batako tapi di Singgasana menggunakan Bata Merah. Batako mah jelek !! gitu katanya… jadi penasaran deh.. ini info yang aku dapet dari internet :)

http://iwananashaya.multiply.com/

  1. BATU BATA MERAH

.:! Batu bata merah dibuat dari tanah liat yang dicetak, kemudian dibakar. Tidak semua tanah lihat bisa digunakan. Hanya yang terdiri dari kandungan pasir tertentu.

.:! Umumnya memiliki ukuran: panjang 17 – 23 cm, lebar 7 – 11 cm, tebal 3 – 5 cm.

.:! Berat rata-rata 3 kg/biji (tergantung merek dan daerah asal pembuatannya).

.:! Bahan baku yang dibutuhkan untuk pasangan dinding bata merah adalah semen dan pasir ayakan. Untuk dinding kedap air diperlukan campuran 1:2 atau 1:3 (artinya, 1 takaran semen dipadu dengan 3 takaran pasir yang sudah diayak). Untuk dinding yang tidak harus kedap air, dapat digunakan perbandingan 1:4 hingga 1:6.

.:! Untuk dinding seluas 1 m2, bila menggunakan bata berukuran 23 cm x 17 cm x 5 cm, maka kira-kira membutuhkan 70 buah batu bata. Sedangkan kebutuhan semen dan pasirnya, sebagai berikut:

Perbandingan yang Digunakan

Kebutuhan Bahan

Semen

Pasir

Semen (sak)

Pasir Ayak (m)3

1

2

0,38 x 1 m2

0,038 x 1 m2

1

3

0,29 x 1 m2

0,043 x 1 m2

1

4

0,23 x 1 m2

0,046 x 1 m2

1

5

0,19 x 1 m2

0,048 x 1 m2

1

6

0,17 x 1 m2

0,049 x 1 m2

Keterangan: Satu sak semen berisi 50 kg.

.:! Jadi untuk dinding berukuran 5 m2, bila akan menggunakan campuran 1:4, maka mebutuhkan:

  • Batu bata = 70 x 5 x 1 m2 = 350 m2
  • Semen = 0,23 x 5 m2 = 1,15 sak (atau 57,5 kg)
  • Pasir ayak = 0,046 x 5 m2 = 0,23 m3

.:! Kelebihan dinding bata merah:

  • Kedap air, sehingga jarang terjadi rembesan pada tembol akibat air hujan.
  • Keretakan relatif jarang terjadi.
  • Kuat dan tahan lama.
  • Penggunanaan rangka beton pengakunya lebih luas, antara 9 – 12 m2.

.:! Kekurangan dinding bata merah:

  • Waktu pemasangan lebih lama dibandingkan batako dan bahan dinding lainnya.
  • Biaya lebih tinggi.

  1. BATAKO PUTIH (TRAS)

.:! Batako putih dibuat dari campuran tras, batu kapur, dan air. Campuran tersebut dicetak, lalu dibakar. Tras merupakan jenis tanah berwarna putih / putih kecoklatan yang berasal dari pelapukan batu-batu gunung berapi.

.:! Umumnya memiliki ukuran panjang 25 – 30 cm, tebal 8 – 10 cm, dan tinggi 14 – 18 cm.

.:! Untuk dinding seluas 1 m2, kira-kira membutuhkan:

  • Batako tras = 25 buah
  • Semen = 0,215 sak
  • Pasir ayak (pasir pasang) = 0,025 m3

.:! Kelebihan dinding batako putih:

  • Pemasangan relatif lebih cepat.
  • Harga relatif murah.

.:! Kekurangan dinding batako putih:

  • Rapuh dan mudah pecah.
  • Menyerap air sehingga dapat menyebabkan tembok lembab.
  • Dinding mudah retak.
  • Penggunaan rangka beton pengaku relatif lebih banyak, antara 7,5 – 9 m2.

  1. BATAKO SEMEN PC / BATAKO PRES

.:! Batako pres dibuat dari campuran semen PC dan pasir atau abu batu.

.:! Ada yang dibuat secara manual (menggunakan tangan), ada juga yang menggunakan mesin. Perbedaannya bisa dilihat pada kepadatan permukaan batakonya.

.:! Umumnya memiliki ukuran panjang 36 – 40 cm, tebal 8 – 10 cm, dan tinggi 18 – 20 cm.

.:! Untuk dinding seluas 1 m2, kira-kira membutuhkan:

  • Batako pres = 15 buah
  • Semen PC = 0,125 sak
  • Pasir ayak (pasir pasang} = 0,015 m3

.:! Kelebihan dinding batako pres:

  • Kedap air sehingga sangat kecil kemungkinan terjadinya rembesan air.
  • Pemasangan lebih cepat.
  • Penggunaan rangka beton pengakunya lebih luas, antara 9 – 12 m2.

.:! Kekurangan dinding batako pres:

  • Harga relatif lebih mahal dibanding batako tras.
  • Mudah terjadi retak rambut pada dinding.
  • Mudah dilubangi karena terdapat lubang pada bagian sisi dalamnya.

  1. BATA RINGAN (HEBEL/CELCON)

.:! Bata hebel dibuat dengan mesin di pabrik. Bata ini cukup ringan, halus, dan memiliki tingkat kerataan yang baik.

.:! Bisa langsung diberi aci tanpa harus diplester terlebih dulu, dengan menggunakan semen khusus. Bahan dasar acian/semen tersebut adalah pasir silika, semen, filler, dan zat aditif. Untuk menggunakannya, semen ini hanya dicampur dengan air. Tetapi bisa juga menggunakan bahan seperti pemasangan batako.

.:! Umumnya memiliki ukuran 60 cm x 20 cm dengan ketebalan 8 cm – 10 cm.

.:! Untuk dinding seluas 1 m2, kira-kira membutuhkan:

  • Bata hebel/celcon = 8 buah
  • Semen instan = 11,43 kg
  • Air = 0,15 – 0,16 liter

.:! Kelebihan dinding bata hebel/celcon:

  • Kedap air sehingga sangat kecil kemungkinan terjadinya rembesan air.
  • Pemasangan lebih cepat.
  • Penggunaan rangka beton pengakunya lebih luas, antara 9 – 12.
  • Ringan, tahan api, dan mempunyai kekedapan suara yang baik.

.:! Kekurangan dinding bata hebel/celcon:

  • Harga relative lebih mahal.
  • Tidak semua tukang pernah memasang bata jenis ini.
  • Hanya toko material besar yang menjual dan penjualannya dalam jumlah m3.

Materi ini saya sadur dari buku ”Dinding”, karya Gatut Susanta, penerbit Penebar Swadaya. Untuk lebih jelasnya, beli langsung bukunya, ya…! Waktu saya beli, sekitar tahun 2007-2008, harganya masih RP. 32.000,- (belum diskon) di Toko Buku Social Agency – Yogyakarta.

http://www.daydzign.com

Berikut adalah beberapa perbandingan batako dan bata merah:

  1. Bata merah lebih kuat dibandingkan batako, karena dimensi batako lebih besar daripada bata merah,dan karena ada rongga di dalam batako, kecuali rongga tersebut diisi semen sehingga nilai kedap suara batako rendah.
  2. Bata merah memiliki sifat insulasi panas yang lebih bagus sehingga bangunan dengan bata merah lebih tidak panas dibanding batako.
  3. Batako lebih hemat biaya daripada bata merah dari segi waktu pemasangan, jumlah adukan yang dipakai, serta harga per m2(yang ini tergantung lokasi,kadang bata merah bisa lebih murah per m2 untuk daerah yang sulit ditemukan batako).
  4. Bila diekspose/tidak diplester, batako memberikan texture dinding yang lebih rapi dibanding bata merah. Meskipun begitu jika memang sengaja diekspose, bata merah bisa memberikan hasil yang lebih artistik natural karena warna merah tanahnya, sementara batako ekspose memberi kesan struktural beton karena warna abu-abunya. Bata merah yang diekspose membutuhkan ketelitian dalam pemasangannya, karena itu menjadi rumit dan lama.
  5. Image masyarakat akan batako adalah bahan bangunan kelas dua terkadang membuat nilai jual kembali rumah yang dibangun dengan bahan batako menjadi jatuh.

Mengenai pertanyaan tentang developer. Seyogyanya mereka mempertimbangkan aspek arsitektur agar bangunan tersebut diminati, karena harus sesuai dengan selera dan kebutuhan masyarakat. Meskipun begitu tidak bisa dipungkiri, saya sering melihat brosur estate yang rumahnya hanya memperhatikan sebagian aspek arsitektur saja, sehingga ada beberapa bagian rumah yang sangat tidak sehat maupun tidak sesuai dengan ukuran standard kebutuhan manusia, sehingga rumah tersebut menjadi tidak nyaman meskipun mungkin indah di luar. Beberapa developer mungkin tidak menggunakan jasa arsitek karena terdapat begitu banyak denah di pasaran yang bisa dicopy dan dikembangkan sendiri, tapi tanpa mengetahui detail konsepnya sehingga bangunan yang ditampilkan akhirnya menjadi tidak nyaman,dan menimbulkan biaya tambahan bagi penghuninya untuk memperbaiki atau menambahkan alat bantu extra.