Warga Saritem Serbu Panti Pijat

June 24, 2008 in News by Mocona

BANDUNG, (PR).-
Lebih dari 500 warga Saritem menyerbu sebuah panti pijat di Jln. Cibadak Bandung, Senin (23/6) sekitar pukul 20.30 WIB. Mereka berjalan kaki dari Saritem ke Cibadak untuk menuntut Pemerintah Kota Bandung dan pihak kepolisian menutup panti pijat yang diduga sebagai tempat prostitusi.

http://cache.daylife.com/imageserve/08NW1uz1vDe0n/610x.jpgperhatian: gambar tidak sesuai dengan berita !!

“Kami juga tahu, kalau panti pijat ini merupakan tempat prostitusi. Kami minta supaya perempuan pemijat di tempat ini diamankan dan tempatnya ditutup,” kata Yeti (38), seorang warga Saritem.

Yeti dan teman-temannya yang selama ini bekerja di Saritem sebagai pekerja seks komersial, menuntut agar pemkot juga menutup tempat prostitusi sebagaimana yang dilakukan terhadap tempat serupa di Saritem.

Warga Saritem tersebut menginginkan seluruh tempat yang diduga merupakan tempat prostitusi supaya ditutup dan para wanita penghiburnya dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.

http://www.chinadaily.com.cn/photo/2007-04/11/xin_01040411155391630291.jpgMereka merasakan adanya ketidakadilan dari Pemerintah Kota Bandung maupun polisi, yang hanya menutup Saritem sebagai tempat prostitusi, sementara tempat-tempat prostitusi yang terselubung lainnya dibiarkan tetap hidup.

Orasi yang berlangsung di depan panti pijat ini berjalan aman tanpa kekerasan. Meski pada awalnya, mereka hanya melakukan orasi di depan panti pijat dan berusaha untuk menerebos masuk ke dalam panti pijat.

Setelah warga Saritem menerebos masuk, satu kompi satuan Pengendali Massa (Dalmas) Polresta Bandung Barat yang dibantu oleh aparat dari Polwiltabes Bandung, masuk dan meminta warga Saritem untuk melakukan unjuk rasa di luar panti pijat.

http://davidbyrne.typepad.com/photos/uncategorized/philippines_choices_gb.jpgSetelah masuk dan mengamankan panti pijat tersebut, sekitar pukul 21.45 WIB, polisi pun mengamankan sebanyak 37 wanita penghibur, termasuk mengamankan pemiliknya.

Sebelum melakukan unjuk rasa di panti pijat tersebut, warga Saritem sempat merazia dua panti pijat lainnya yang diduga sebagai tempat prostitusi. Dari dua panti pijat lainnya, polisi mengamankan 21 wanita pemijat.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Bandung Barat AKBP Pratikno mengatakan, belum bisa memastikan apakah perempuan-perempuan tersebut akan dipulangkan ke kampung halamannya atau tidak.

“Sekarang ini, yang akan kami lakukan adalah mendata terlebih dahulu perempuan-perempuan tersebut, lalu akan kami pulangkan ke tempat tinggalnya sekarang,” katanya menambahkan.

Saat ditanyakan apakah tempat-tempat yang diduga sebagai tempat prostitusi itu akan ditutup, Pratikno belum bisa memastikannya. Sebab, perlu penyelidikan lebih lanjut untuk menentukan apakah tempat tersebut benar-benar merupakan tempat prostitusi atau hanya tempat hiburan biasa. (A-128/CA-182)****